Kamis, 14 April 2011

M.E Yusup Haruman S, Ketua DPD LP3-KPKN-RI Kab. Bandung “ LP3-KPKN-RI adalah wadah pemersatuan kesatuan Negara”


Kab. Bandung, TGN.- Seiring berjalannya waktu dan perkembangan jaman. Disadari atau tidak jiwa patriotis dan nasionalis seakan musnah, terganti oleh keegoan dan individualisme. Hal itu pula yang sedikit banyak telah merubah tatanan kehidupan sosial masyarakat Indonesia Pada umumnya.

Sebagai upaya kembali menguatkan rasa nasionalisme, patriotisme, persatuan dan kesatuan demi mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia, LP3-KPKN-RI (Lembaga Pembinaan Potensi Pendukung(LP3) Kekuatan Pertahanan Keamanan Negara Republik Indonesia) hadir dan berdiri sebagai Lembaga Masyarakat khusus, yang dibentuk sebagai upaya mempersatukan bangsa dan mempertahankan Negara yang berlandaskan Panca sila dan GBHN. yang berkomitmen untuk menguatkan nilai-nilai nasionalisme warga negara Indonesia.

LP3-KPKN-RI pun kini sudah tersebar hampir ditiap Propinsi, Kota dan Kab. di seluruh Indonesia, salah satunya di Kab. Bandung dengan terbentuknya Dewan pimpinan Daerah Kab. Bandung yang di ketuai oleh M.E Yusup Haruman S atau yang biasa akrab di Panggil Asep Jagal.

Asep Jagal Kepada TGN mengatakan tujuan utama didirikannya DPD LP3-KPKN-RI di Kab. Bandung adalah sebagai lembaga tempat membina dan menggali potensi warga kab. Bandung dalam rangka menguatkan persatuan dan kesatuan negara Republik Indeonesia, yang salah satu bukti nyata mendukung serta turut mensukseskan segala program kerja dari Pemerintah Kab. Bandung.

“tetapi sebagai lembaga, tugas kami tidak hanya mendukung namun perlu kiranya kamipun melakukan kontrol dan monitoring terhadap pelaksanaan program yang diturunkan oleh pemerintah, serta kebijakan-kebijakan lain, apakah sudah dilaksanakan dengan baik atau tidak. Yang nantinya hasil monitoring kami bisa menjadi bahan kajian pemerintah kab. Bandung”. Ujar Asep.

Asep Pun Menambahkan selain menjalankan tugas fungsi lembaga, LP3-KPKN-RI un berupaya melakukan kegiatan sosial terhadap masyarakat sekitar dengan tujuan menggali kembali rasa tolong menolong, dan gotong royong demi kuatnya persatuan bangsa yang diwujudkan deangan bakti sosial seperti melakukan kegiatan pengobatan gratis bagi 400 orang warga Masyarakat Kab. Bandung di wilayah Timur di lokasi Lapangan Futsal bekas Pt. CKJ, membantu warga melakukan perbaikan saluran air didesa Mandalahaji Kec. Pacet, turut memberikan Sumbangan alakadarnya bagi Korban Bencana Banjir di Cieunteung Bale endah dan Gempa Bumi Di desa Cikitu Kec. Pacet

“ Melihat kondisi yang ada, saya merasa prihatin dengan berkurang nya rasa nasionalisme dan patriotisme warga masyarakat. Untuk itu LP3-KPKN- RI terbentuk dan melakukan pembinaan,pendekatan secara silaturahmi. Sebagai upaya menggali potensi demi tumbuh kembangnya jiwa nasional yang kuat” Ujarnya.(Asli)

Dr. Mulja Munajat (Kepala UPTD Yankes Dinkes Kec. Ciparay Jejaring Kader PKK Efektif Deteksi Penyebaran TBC


Kab. Bandung. (TGN).- anomali perubahan cuaca dan buruknya kualitas udara dilingkungan yang kita rasakan sekarang ini ternyata sangat berpengaruh dalam pesatnya perkembangan sebuah penyakit yang di akibatkan oleh virus, seperti sebut saja typus dan Tubercoluesis atau yang akrab di panggil TBC. berdasarkan sebuah penelitian dan penemuan ditahun 2010, TBC menempati urutan ke 7 penyakit di wilayah Kab. Bandung.

Hal itu pun dibenarkan oleh Kepala UPTD Yankes Dinkes Kec. Ciparay,Dr. Mulja Munajat yang mengatakan khusus untuk Kasus TBC di wilayah Kec. Ciparay pada tahun 2010 memang terjadi peningkatan yang signifikan jika diBandingkan tahun 2008, dimana pada tahun 2008 tercatat 37 orang yang positif mengidap TBC tetapi berdasarkan Jejaring yang dilakukan oleh Kader PKK di wilayah Desa se-Kecamatan Ciparay ditemukan peningkatan yang signipikan berkisar 65 orang penderita yang positif mengidap TBC.

" perlu saya jelaskan, pola jejaring yang diterapkan kepada ibu-ibu Kader penggerak ternyata sangat ampuh dalam hal penemuan kasus penyakit TBC di wilayah Kec. Ciparay, dimana para kader yang sudah dibekali dan dilatih untuk mendeteksi penderita TBC diwilayahnya dengan 4 tanda umum seperti batuk tidak sembuh selama 2 minggu lebih. nafsu makan berkurang, badan kurus dan batuk berdahak campu darah, dapat dengan mudah menemukan warga yang diduga menderita TBC dan yang selanjutnya melaporkan kepihak UPTD yankes untuk ditindak lanjuti". Ujarnya.

Mulja pun menerangkan bahwa penyakit TBC masuk kategori bahaya karena sangat mudah menular melalui udara. jika si penderita batuk Maka Bakteri TBC yang ada di Paru-Parunya ikut terbawa keluar dan terhisap oleh yang lain. dan jika penderita tidak berobat maka bisa mengakibatkan kematian. bahkan bahayanya lagi bakteri TBC tidak hanya menyerang Paru-paru tetapi keseluruh organ tubuh, sebut saja TBC Usus, TBC Mata,TBC Tulang, dan TBC lainya.

"tapi kepada penderita TBC jangan berkecil hati karena TBC bisa disembuhkan, dengan kesabaran dan ketelatenan kita minum obat TBC selama 6 bulan berturut-turut yang didampingi oleh Pemantau minum obat (PMO) baik dari keluarga ataupun kader, penderita TBC bisa sembuh total. namun ada tapi jika tidak sabar penderita akan lebih parah karena bakteri lebih kebal terhadap obat". Ujarnya.

Mulja pun berharap apa yang dilakukan UPTD yankes Kec. Ciparay beserta Jejaring Kader PKK untuk memerangi penyebaran TBC bisa disosialisaikan pula di wilayah lainnya di Kab. Bandung, karena dengan pola ini penemuanan TBC di daerahnya akan mudah dan cepat.

"untuk warga masyarakat yang merasakan memiliki 4 tanda umum TBC, jangan sungkan dan malu untuk segera datang ke Puskesmas, karena untuk pengobatan TBC selama 6 bulan itu gratis tanpa biaya, sebelum semuanya terlambat,karena dari bicara saja penyakit TBC bisa menular apalagi batuk".Ujarnya. (Asli)